Bekasi, 17 April 2026 – Suasana ceria dan antusias menyelimuti halaman TK Strada Nawar pada Jumat lalu. Anak-anak TK B mengikuti kegiatan Camping Day, sebuah program ko-kurikuler yang dirancang khusus untuk mengasah dimensi profil lulusan: Keimanan, Kolaborasi, dan Kemandirian. Dengan mengusung tema “Merawat Tanaman”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk belajar lebih dekat dengan alam sejak dini dan bersyukur atas ciptaan Tuhan.
Kegiatan diawali dengan Upacara Prasiaga yang khidmat. Kepala TK Strada Nawar Ibu Lucia Risty Noviyanti, S.Pd sebagai pembina upacara, dalam amanatnya menekankan pentingnya keberanian dan kemandirian bagi tunas-tunas muda. Turut hadir memberikan pendampingan dan dukungan adalah Ibu Priskalia Niken Widowati, M.Pd selaku perwakilan dari Strada Cabang Bekasi. Setelah upacara, suasana semakin meriah dengan Senam Prasiaga dan berbagai Fun Games yang melibatkan anak-anak serta para pendamping. Tawa riang pecah saat kerja sama tim diuji dalam permainan-permainan seru tersebut.
Sebagai inti dari tema kegiatan, anak-anak diajak terjun langsung dalam praktik menanam. Di sini, nilai kolaborasi benar-benar terlihat. Secara berkelompok, anak-anak bekerja sama menanam: cabai, terong dan pandan. Melalui aktivitas ini, karakter peduli alam ditanamkan. Harapannya, anak-anak tidak hanya berhenti pada proses menanam, tetapi juga tumbuh rasa tanggung jawab untuk rajin menyiram dan merawatnya hingga tanaman tersebut memberikan manfaat bagi lingkungan. Usai berkebun, anak-anak diajak melakukan operasi semut bersama-sama membersihkan area kegiatan sebagai wujud tanggung jawab terhadap kebersihan. Setelah lelah beraktivitas, momen yang paling dinanti pun tiba: merasakan sensasi tidur bersama teman-teman di dalam tenda. Meski singkat, waktu istirahat ini menjadi ajang latihan kemandirian bagi anak jauh dari kenyamanan rumah.
Menjelang malam, tepat pukul 18.00 WIB, suasana berubah menjadi tenang dan religius. Seluruh peserta berkumpul di depan Gua Maria untuk mendaraskan Doa Ratu Surga bersama, menguatkan dimensi keimanan dalam diri setiap anak. Keriuhan kembali hadir saat acara panggung boneka dimulai, yang membawa pesan-pesan moral dengan cara yang jenaka. Hingga akhirnya, puncak acara yang paling dinanti tiba: Upacara Api Unggun.
“Seru sekali! Aku tidak mau pulang, mau di sini saja!” seru salah satu siswa dengan wajah yang bersinar terkena pantulan cahaya api unggun. Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Ketua Komite TK Strada Nawar turut menyampaikan pesan dan kesannya. Beliau mengapresiasi sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat berkesan dan bermanfaat bagi perkembangan karakter anak-anak. Malam semakin larut, namun semangat anak-anak tidak surut. Meskipun akhirnya harus berpisah, mereka pulang dengan membawa tas penuh cerita, hati yang gembira, dan kenangan indah yang akan terus membekas dalam perjalanan tumbuh kembang mereka.
Wah seru sekali:)