Bekasi, 24 April 2026 – Tidak kalah semangat dari kakak-kakak kelasnya, kelompok TK A Strada Nawar juga menggelar kegiatan Camping Day yang penuh keceriaan. Dengan langkah-langkah kecil yang mantap, Anak-anak diajak untuk mengenal kemandirian dan rasa cinta kepada ciptaan Tuhan melalui tema “Merawat Bumi”.

Berbeda dengan kelompok TK B, anak-anak TK A mendapatkan misi khusus untuk menanam tanaman terong dan daun bawang. Dengan bimbingan para guru dan pendamping, tangan-tangan mungil tampak telaten memindahkan bibit ke dalam media tanam. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pihak sekolah berharap, pengalaman ini tidak berhenti di hari camping saja. Anak-anak kedepannya harus memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat tanaman tersebut setiap hari, menyiramnya, dan melihatnya tumbuh hingga nantinya dapat dipanen dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Acara dimulai dengan Upacara Prasiaga yang dipimpin oleh Ibu Lucia Risty Noviyanti. Setelah itu, halaman sekolah berubah menjadi arena bermain yang meriah dengan Senam Prasiaga dan berbagai permainan kerja sama (fun games). Meskipun masih di usia yang sangat muda, para murid TK A menunjukkan kemajuan luar biasa dalam aspek kemandirian, terutama saat mereka belajar bersiap untuk beristirahat di dalam tenda dan makan sendiri bersama teman-teman.

Ada yang istimewa pada malam hari di Camping Day kali ini. Jika Camping Day sebelumnya panggung boneka dibawakan guru, kali ini perwakilan pendamping (orang tua) turun langsung memerankan tokoh-tokoh lucu dalam pertunjukan panggung boneka. Mengangkat tema “Kebersihan Lingkungan”, pertunjukan ini sukses membuat anak-anak tertawa sekaligus belajar. Melalui cerita boneka yang menarik, anak-anak diingatkan kembali tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga sekolah agar tetap asri.

Suasana syahdu menyelimuti saat waktu menunjukkan pukul 18.00. Anak-anak berkumpul dengan khidmat di depan Gua Maria untuk mendaraskan Doa Ratu Surga, mensyukuri indahnya alam ciptaan Tuhan. Kegiatan ditutup dengan puncak acara yang paling dinanti, yaitu Api Unggun. Di tengah hangatnya api, anak-anak bernyanyi bersama dengan penuh kegembiraan. Saking asyiknya, beberapa anak terlihat enggan beranjak dan ingin terus tinggal di sekolah. Acara diakhiri dengan pesan dan kesan dari perwakilan Komite, yang merasa bangga melihat keberanian anak-anak TK A. Mereka pulang membawa pengalaman berharga, kemandirian yang mulai tumbuh, berjanji untuk menjaga lingkungan dan terus merawat tanaman yang telah mereka tanam dengan cinta.

Sebarkan artikel ini